image

kategori Artikel

artikel
Komentar
SLINK
RSS Feed

KELUARGA BESAR

SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG

MENGUCAPKAN


PIMPINAN CABANG MUHAMMADIYAH (PCM)

SEMARANG BARAT

Menyelenggarakan Sholat Idul Adha 1433 H pada :

Hari Jum'at,  26 Oktober 2012

Di Gor Tenis (Jl.Pamularsih No. 44 Semarang)


 

Tue, 6 Nov 2012 @12:44

Memanfaatkan Facebook untuk Dakwah

 

Saudaraku, inilah yang kami ingatkan untuk para pengguna facebook. Ingatlah waktumu! Kebanyakan orang betah berjam-jam di depan facebook, bisa sampai 5 jam bahkan seharian, namun mereka begitu tidak betah di depan Al Qur’an dan majelis ilmu. Sungguh, ini yang kami sayangkan bagi saudara-saudaraku yang begitu gandrung dengan facebook. Oleh karena itu, sadarlah!!

Semoga beberapa nasehat ulama kembali menyadarkanmu tentang waktu dan hidupmu.

Imam Asy Syafi’i rahimahullah pernah mengatakan, “Aku pernah bersama dengan seorang sufi. Aku tidaklah mendapatkan pelajaran darinya selain dua hal. Pertama, dia mengatakan bahwa waktu bagaikan pedang. Jika kamu tidak memotongnya (memanfaatkannya), maka dia akan memotongmu.”

Lanjutan dari perkataan Imam Asy Syafi’i di atas, “Kemudian orang sufi tersebut menyebutkan perkataan lain: Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil) .” (Al Jawabul Kafi , 109, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah)

Ibnul Qayyim rahimahullah mengatakan, “Waktu manusia adalah umurnya yang sebenarnya. Waktu tersebut adalah waktu yang dimanfaatkan untuk mendapatkan kehidupan yang abadi dan penuh kenikmatan dan terbebas dari kesempitan dan adzab yang pedih. Ketahuilah bahwa berlalunya waktu lebih cepat dari berjalannya awan (mendung). Barangsiapa yang waktunya hanya untuk ketaatan dan beribadah pada Allah, maka itulah waktu dan umurnya yang sebenarnya. Selain itu tidak dinilai sebagai kehidupannya, namun hanya teranggap seperti kehidupan binatang ternak.”

Ingatlah ... kematian lebih layak bagi orang yang menyia-nyiakan waktu.

Ibnul Qayyim mengatakan, “Jika waktu hanya dihabiskan untuk hal-hal yang membuat lalai, untuk sekedar menghamburkan syahwat (hawa nafsu), berangan-angan yang batil, hanya dihabiskan dengan banyak tidur dan digunakan dalam kebatilan, maka sungguh kematian lebih layak bagi dirinya.” (Al Jawabul Kafi, 109)

Inilah pemanfaatan yang paling baik yaitu facebook dimanfaatkan untuk dakwah. Betapa banyak orang yang senang dikirimi nasehat agama yang dibaca di inbox, note atau melalui link mereka. Banyak yang sadar dan kembali kepada jalan kebenaran karena membaca nasehat-nasehat tersebut.

Oleh karena itu, jadilah orang yang bermanfaat bagi orang lain apalagi dalam masalah agama, yang tentu saja dengan bekal ini akan mendatangkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Dari Jabir, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

خيْرُ النَّاسِ أَنْفَعُهُمْ لِلنَّاسِ

Sebaik-baik manusia adalah yang paling memberikan manfaat bagi orang lain. ” (Al Jaami’ Ash Shogir, no. 11608)

Dari Abu Mas’ud Al Anshori, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ

Barangsiapa memberi petunjuk pada orang lain, maka dia mendapat ganjaran sebagaimana ganjaran orang yang melakukannya. ” (HR. Muslim)

Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam juga bersabda,

لأَنْ يَهْدِىَ اللَّهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ أَنْ يَكُونَ لَكَ حُمْرُ النَّعَمِ

"Jika Allah memberikan hidayah kepada seseorang melalui perantaraanmu maka itu lebih baik bagimu daripada mendapatkan unta merah (harta yang paling berharga orang Arab saat itu)." (HR. Bukhari dan Muslim)

Lihatlah saudaraku, bagaimana jika tulisan kita dalam note, status, atau link di facebook dibaca oleh 5, 1o bahkan ratusan orang, lalu mereka amalkan, betapa banyak pahala yang kita peroleh. Jadi, facebook jika dimanfaatkan untuk dakwah semacam ini, sungguh sangat bermanfaat.

Penutup: Nasehat bagi Para Pengguna Facebook

Imam Asy Syafi’I mengatakan, “Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik, pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)”. ( Al Jawabul Kafi , 109)

Semoga kita selalu disibukkan dengan hal yang dapat memberikan manfaat pada orang lain. Alangkah bagusnya jika status, note dan link yang kita berikan pada saudara-saudara kita berisi siraman-siraman rohani. Itu lebih baik dan lebih bermanfaat dibandinga dengan mengisi status di FB dengan hal-hal yang sia-sia atau bahkan dosa.

Kami hanya bisa berdoa kepada Allah, semoga Allah memberikan taufik dan hidayah bagi orang yang membaca tulisan ini. Semoga kita dimudahkan oleh Allah untuk memanfaatkan waktu dengan baik, dalam hal-hal yang bermanfaat.

Alhamdulillahilladzi bi ni’matihi tatimmush sholihaat. Wa shallallahu ‘ala nabiyyina Muhammad wa ‘ala alihi wa shohbihi wa sallam.

Rujukan:

Al Jawabul Kafi , Ibnu Qayyim Al Jauziyah, Darul Kutub Al ‘Ilmiyah

Al Qowa’id wal Ushul Al Jaami’ah , Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Darul Wathon Lin Nasyr

Jam’ul Mahshul fi Syarhi Risalah Ibni Sya’di fil Ushul , Abdullah bin Sholeh Al Fauzan, Dar Al Muslim

Risalah Lathifah, Abdurrahman bin Nashir As Sa’di

***

Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal

Artikel www.remajaislam.com

MENUMBUHKAN “KEPOMPONG” PERSAHABATAN DI SEKOLAH



Kepompong adalah nama sebuah “bentuk peralihan” seekor ulat sebelum bermetamorfosis menjadi kupu-kupu. Akhir-akhir ini istilah kepompong begitu populer dan akrab pada telinga anak-anak karena ia adalah judul lagu yang hit dari kelompok Sindentosca dan bahkan telah dijadikan judul untuk sebuah sinetron di salah satu stasiun televisi swasta yang ditayangkan setiap hati. Ada banyak hal menarik yang dapat diambil dari lirik lagu ini khususnya berkenaan dengan hubungan persahabatan. Diantaranya:

Persahabatan bagai kepompong
Merubah ulat menjadi kupu-kupu
Persahabatan bagai kepompong
Hal yang tak mudah berubah menjadi indah
Persahabatan bagai kepompong
Maklumi teman hadapi perbedaan

Dalam konteks agama, pertemanan dan persahabatan mendapat perhatian serius. Ada sekian banyak dalil yang menegaskan bahwa seseorang harus “melihat” siapa yang akan dijadikan teman, hak-hak, dan kewajiban pertemanan. Karenanya tidak berlebihan jika dikatakan bahwa untuk menilai seseorang dapat dilakukan dengan melihat dari komunitas teman yang melingkupinya.

Teman adalah orang yang turut mempengaruhi kehidupan orang lain lewat pertemanan yang hubungan yang terjalin, sesuai dengan ungkapan su’u al-khuluqi yu’di (akhlak yang buruk itu menular). Peribahasa ini juga berkonotasi sebaliknya, yakni bahwa yang menular dari sebuah pertemanan itu tidak hanya keburukannya tapi juga kebaikannya. Ini berarti bahwa husn al-khuluqi yu’di (akhlak yang baik itu menular). Pemilihan teman atau sahabat secara benar akan menentukan baik-buruknya pengaruh yang didapat dari sebuah pertemanan.

Sukses masa depan turut ditentukan oleh banyaknya teman dan relasi disamping tentunya kemampuan-kemampuan individual yang lain. Dalam konsep multiple intelligences (kecerdasan ganda), dikenal adanya kecerdasan sosial atau interpersonal. Seseorang yang memiliki kecerdasan ini biasanya memiliki banyak kawan, cepat akrab, supel, dan mampu menggerakkan banyak orang untuk sebuah kegiatan.
Berkenaan dengan penumbuhan kecerdasan sosial ini, sekolah dapat mengambil peran penting didalamnya. Kegiatan peringatan hari-hari besar nasional dan Islam misalnya dapat dipergunakan sebaik-baiknya untuk memberikan pengalaman berharga bagi para siswa dalam interaksi sosial secara lebih bertanggung jawab. Organisasi-organisasi intra sekolah seperti OSIS, Pramuka, PMR, dan kepengurusan kelas dapat lebih dioptimalkan untuk memberikan pengalaman “memimpin” dengan menjadi pengurus atau “dipimpin” lewat peran sebagai anggota. Dalam hal ini perlu dipertimbangkan untuk dapat belajar dari organisasi santri (siswa) di kalangan pesantren yang telah berjalan dengan baik bahkan sukses mengelola koperasi santri dengan omset hingga ratusan juta rupiah.

Pembelajaran di ruang-ruang kelas hendaknya berorientasi pada siswa (student centered) tetapi tidak terpaku pada pembelajaran individual. Guru perlu juga untuk merencanakan pembelajaran yang melibatkan banyak siswa dalam bentuk kelompok. Strategi pembelajaran kooperatif dan pembelajaran berbasis masalah yang mendorong para siswa siswa untuk bekerjasama dapat menjadi pilihan variasi. Inbond atau outbound activity sekali waktu dapat pula dijadikan ajang pembelajaran terpadu yang mungkin melibatkan beberapa mata pelajaran sekaligus.

Berbagi gagasan di kelas dapat dilakukan misalnya dengan metode think, pair and share (berpikir secara berpasangan lalu mengemukaan pendapat di depan kelas) atau review bahan atau dengan “pesta” pertanyaan. Metode debat, analisa studi kasus, bermain peran, dan diskusi panel dapat pula dipraktekkan.

Dalam evaluasi pembelajaran dan penguasaan konsep yang sudah dipelajari, selain menggunakan quis, guru dapat pula mempertimbangkan penggunaan metode-metode yang melibatkan kelompok seperti mengembangkan peta konsep, refleksi, simulasi/latihan, dan juga turnamen. Lewat berbagai hal tersebut diharapkan para peserta didik memiliki banyak pengalaman bekerja sama, berbagi, dan bersinergi dengan teman-teman yang lain.

Sekolah dan para guru juga dapat memberikan dorongan kepada para siswa untuk memanfaatkan waktu mereka di rumah untuk aktif berorganisasi disamping tugas belajar dan mengulang pelajaran. Lewat kerjasama dengan wali murid, para siswa dapat dimotivasi untuk aktif dalam kegiatan kemasyarakatan semisal RT, Karang taruna, Ikatan remaja Masjid, dan lain sebagainya. Diharapkan lewat kegiatan semacam ini, energi berlebih para siswa yang merupakan generasi muda dapat tersalurkan secara baik dan lebih bertanggung jawab. Pada gilirannya kesempatan berorganisasi ini akan memberikan pengalaman pertemanan berharga yang diharapkan banyak bermanfaat bagi mereka pada masa yang akan datang.

Pertemanan dan persahabatan yang baik merupakan aset seseorang untuk masa depannya. Lewat penumbuhan aset ini diharapkan seorang peserta didik akan menuai kesuksesan pada waktu berikutnya. Bukankah para pakar sepakat bahwa kesuksesan hidup tidak dapat digantungkan semata-semata pada kecerdasan intelektual (logis-matematis). Karenanya, perlu pula dikembangkan kecerdasan-kecerdasan yang lain termasuk kecerdasan sosial/interpersonal guna menyempurkan kesuksesan itu. Dalam hal ini sekolah yang memiliki 1/3 “hidup” siswa dapat mengambil perannya. Wallahu a’lam

Tue, 6 Nov 2012 @12:43

Mohon Do'a Restu

Atas Pembangunan Lokal baru

Semoga Allah Senantiasa Memberikan Kemudahan dalam Segala HAl

Sehigga Pembangunan Segera Terlaksana dengan Baik

 

Tue, 6 Nov 2012 @12:41

PENGURUS IPM

SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG

PERIODE 2012 - 2013

LATIHAN KEPEMIMPINAN DASAR SISWA (LKDS)

SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG 2012

DI SMK MUHAMMADIYAH 2 BOJA

FOTO BERSAMA INSTRUKTUR LKDS EKSPRESI USAI KEGIATAN LKDS

 

IPM (Ikatan Pelajar Muhammadiyah) sebagai organisasi formal di sekolah Muhammadiyah, merupakan wadah yang menampung kreativitas dan aktivitas siswa. Berdasar pada fungsi yang dimiliki oleh IPM itulah, maka perlu adanya sebuah usaha untuk mengembangkan potensi dan kreativitas para anggotanya. Salah satu peran IPM dalam mewujudkan fungsinya itu ialah mengadakan pengkaderan agar dapat menghindari terjadinya lost generation.   Pengkaderan yang dilaksanakan oleh IPM SMP Muhammadiyah 4 Semarang   dilaksanakan dalam bentuk Latihan Kepemimpinan Dasar Siswa "TARUNA MELATI". Melalui kegiatan ini diharapkan calon Pengurus IPM yang akan datang memiliki dedikasi, integritas serta memiliki pedoman hidup Islami yang tinggi terhadap organisasi yang didiaminya. Pada tahun 2012 ini dilaksanakan di SMK Muhamammadiyah 2 Boja. 

 

 

 

 

 

 

TRY OUT UASBN SD/MI SE-KOTA SEMARANG

DI SMP MUHAMMADIYAH 4 SEMARANG

3  FEBRUARI  2013

 

 

 

Sun, 28 Oct 2012 @12:07

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 »

RSS Feed
Copyright © 2018 · All Rights Reserved